Task 6 - Keamanan Jaringan dan VPN


KONSEP KEAMANAN JARINGAN 
 
Keamanan Komputer seperti yang dikatakan oleh John D. Howard, seorang Analisys Of Security Incidents On The Internet pada tahun 1989-1995, mengatkan bahwa : Computer Security is preventing attackers form achieving objectives through unathorized access or unauthorized use of computers & networks.

     Konsep Keamanan Jaringan yaitu
Tingkat Ancaman (threat)
1.  Ingin mengetahui suatu sistem & data pada sebuah jaringan, penyusup disebut the curious
2.  Membuat sistem jaringan menjadi down/deface tampilan web, penyusup : the malicious
3. Berusaha untuk menggunakan sumber daya di dalam sistem jaringan komputer untuk memperoleh popularitas, penyusup :the high-profile intruder

Policy Keamanan (security policy)
1.  Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis, otoritas dalam implementasi sebuah jaringan
2.  Analisa resiko yang mengidentifikasi resource dari jaringan, ancaman yang dihadapi
3.  Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem


KONSEP VPN (Virtual Private Network)

Pengertian VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi jaringan public (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.
VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat private mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut private karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya private yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan public atau internet namun sifatnya private, karena bersifat private maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya. Oleh karena itu diperlukan keamanan data.
Konsep kerja VPN pada dasarnya VPN Membutuhkan sebuah server yang berfungsing sebagai penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini
internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client
Bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka seperti ini:
Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN Client <—> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar.

Fungsi dan Manfaat VPN
1. Fungsi VPN
Confidentially (Kerahasiaan)
Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan adanya teknologi enkripsi itu, keamanan data menjadi lebih terjamin. Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak. Jadi, confidentially ini dimaksudkan agar informasi yang ditransmisikan hanya boleh diakses oleh sekelompok pengguna yang berhak.

Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.

Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.


2. Manfaat VPN
Biaya lebih murah
Pembangunan jaringan leased line khusus atau pribadi memerlukan biaya yang sangat mahal. VPN dapat menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk dapat mengatasi permasalahan diatas. VPN dibangun dengan menggunakan jaringan internet milik publik tanpa perlu membangun jaringan pribadi. Dengan demikian bila ingin menggunakan VPN hanya diperlukan koneksi internet.

Fleksibilitas
Semakin berkembangnya internet, dan makin banyaknya user yang menggunakannya membuat VPN juga ikut berkembang. Setiap user dapat tergabung dalam VPN yang telah dibangun tanpa terbatas jarak dan waktu. Fleksibilitas dapat dicapai apabila user tersebut terkoneksi dengan internet dan mendapat ijin menggunakan VPN.

Kemudahan pengaturan dan administrasi
Keseluruhan VPN dapat diatur dalam server VPN sendiri, dan untuk dapat digunakan oleh klien, maka perlu diinstal aplikasi VPN pada klien. Hal ini tentu lebih mudah apabila dibandingkan dengan menggunakan leased line yang masih perlu memonitor modem.

Mengurangi kerumitan pengaturan dengan teknologi tunneling

Tunneling atau terowongan merupakan kunci utama pada VPN. Koneksi pribadi dalam VPN dapat terjadi dimana saja selama terdapat tunnel yang menghubungkan pengirim dan penerima data. Dengan adanya tunnel ini, maka tidak diperlukan pengaturan-pengaturan lain yang ada di luar tunnel tersebut, asalkan sumber dari tunnel tersebut dapat menjangkau tujuannya.





Contoh implementasi VPN 
VPN ini bisa digunakan untuk mempercepat koneksi internasional
Misal kita punya koneksi lokal (IIX) sebesar 1mbps dan koneksi luar 384kbps kita bisa menggunakan VPN agar koneksi internasional menjadi sama dengan koneksi lokal 1mbps. Cara dengan menggunakan VPN Lokal yang diroute ke VPN Luar

internet <—->VPN Luar<—>VPN lokal <—>Client

Model jaringan ini bisa lebih cepat sebab akses ke jaringan luar dilakukan oleh VPN luar lalu kemudian diteruskan oleh VPN lokal nah kita mengakses ke jaringan lokal yang berarti kecepatan aksesnya sebesar 1mbps. Tentunya diperlukan VPN dengan bandwith besar agar koneksinya bisa lancar.
 
READMORE
 

Task 5 - Routing Dynamic (OSPF)

Alhamdulillah, baru bangun langsung ngerjain ni tugas dan akhirnya kelar juga ni task 5, sampai-sampai belum sempat sarapan (lhoh malah curhat...:D), gag usah pakai penjelasan ya saya udah kelaparan langsung posting aj, ntar deh kalau ada waktu diupdate...(cie...sok sibuk..hehe) pokoknya ini tugas tentang konfigurasi router dengan menggunakan Dynamic Route OSPF , berikut screenshotnya....


Ini dia link untuk downloadnya, silahkan klik disini.
...trimakasih...
READMORE
 

4 Mei - Shinichi Kudo

Assalamu'alaikum, sebelum berangkat sholat jum'at posting dulu akh... :D, yupz postingan kali ini gag ada hubungannya sama sekali sama tugas kuliah, tugasnya dipending dulu ya...hehe

Semua penggemar anime Detective Conan pasti tau kan tanggal hari ini, yupz hari ini tanggal 4 Mei adalah hari ultahnya tokoh utama anime Detective Conan, yaitu "Shinichi Kudo"... Kalau inget dia pasti para shinichi lovers dan conan lovers (hehe) pengen deh liat aksinya muncul di tv seperti dulu lagi... Yah sebagai penggemar detective conan saya hanya bisa berharap deh ntu anime ditayangkan kembali di tv...hihi.Kalau anda penggemar Detective Conan, tapi belum tau banget sejarah awalnya, ini saya sajikan sinopsis singkatnya, tapi sedikit aja ya coz buru-buru mau shalat Jum'at...^^

Shinichi Kudo adalah detektif SMA yang telah banyak membantu kepolisian Jepang memecahkan berbagai kasus. Putra tunggal dari novelis misteri ternama Yusaku Kudo dan artis terkenal Yukiko Kudo, yang keduanya tinggal di Amerika. Suatu hari setelah berpisah dari Ran (gadis teman sepermainannya sejak kecil) sepulang dari taman hiburan Tropical Land, ia mengikuti dua orang pria berjubah hitam yang dicurigainya sebagai anggota komplotan penjahat semacam mafia. Ternyata ia ketahuan, dipukul hingga lemas dan dipaksa meminum obat hingga tak sadarkan diri.

Saat sadar, kedua orang itu telah pergi dan tubuh Shinichi mengecil seolah kembali menjadi anak SD. Rupanya itulah pengaruh obat yang menurut dua orang berjubah hitam itu belum pernah dicoba pada manusia. Maka Shinichi terpaksa berpura-pura menjadi anak SD bernama Conan Edogawa yang masih keponakan jauh profesor Agasa (tetangga sekaligus sahabatnya) lalu dititipkan di rumah Ran yang tinggal berdua dengan ayahnya, Kogoro Mouri.

Berkat bantuan profesor Agasa dan alat-alat canggih (atau ajaib :) ) buatannya, Conan alias Shinichi berhasil membuat Kogoro Mouri yang semula hanya detektif pemalas menjadi detektif terkenal dengan memecahkan banyak kasus, demi tujuan utamanya mengungkap siapa orang-orang berjubah hitam yang membuat tubuhnya mengecil. Petualangan panjang penuh teka-teki, ketegangan, roman, komedi, serta pelajaran tentang pentingnya keluarga dan persahabatan pun ia lalui dan masih terus bergulir…



sumber: Shimmering Pearl
READMORE
 

Task 4 - Configure Router dengan Static Route

Alhamdulillah akhirnya selesai juga ini tugas task 4, ya meskipun mepet hampir tengah malam sih....hehe :D, task 4 ini adalah tentang setting routing statik, berikut screenshot pekerjaan saya...





Dan ini link untuk download filenya, silahkan klik disini.
...Trimakasih...

READMORE
 

Task 3 - VLAN

Alhamdulillah postingan yang ke-3... :D, tugas yang ke 3 ini adalah menentukan ip address, range ip address, VLAN, serta port trunk pada topologi jaringan. Berikut adalah screenshot topologi jaringan yang telah saya buat...



VLAN adalah model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan.
Langkah membuat vlan :
1. membuat pool ip addres untuk VLAN
- ip dhcp pool vlan
- network 192.168.1.0 255.255.255.0
- default-router 192.168.1.1
- dns-server 8.8.8.8
2. membuat trunk interface
- interface FastEthernet0/1
- switchport trunk encapsulation dot1q
- switchport mode trunk
3. membuat vlan dan memasang ip addres pada vlan
- interface Vlan1
- description A
- ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
- no shutdown
4. memasang ip address pada switch layer 3
- interface GigabitEthernet0/1
- no switchport
- ip address 10.10.10.1 255.255.255.252
5. membuat route
- Ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.10.10.2

Untuk link download filenya silahkan klik disini
Trimakasih...

READMORE
 

Core Layer, Distribution Layer, dan Access Layer

POSTINGAN TUGAS KE-2 
Keamanan Jaringan Komputer

Dosen pengampu  : Bpk. Arief Arfriandi
Prodi/Jurusan        : PTIK / Teknik Elektro
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Ini postingan saya yang kedua, sama seperti postingan sebelumnya ini merupakan tugas kedua mata kuliah Keamanan Jaringan Komputer. Dalam dunia jaringan komputer, kita pasti telah mengenal istilah core layer, distribution layer, dan juga acces layer. Untuk itu disini kita akan bahas tentang istilah tersebut, langsung aja to the point...

  • Core Layer
Yang pertama dan yang menempati posisi teratas dalam jaringan hierarki adalah core layer atau lapisan inti yang merupakan inti dari jaringan, atau banyak yang menyebutnya sebagai tulang punggung (backbone) jaringan. Dalam lapisan ini data – data diteruskan secepatnya dengan menggunakan motode dan protokol jaringan tercepat (high speed). Misalnya fast ethetnet 100Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada lalulintas data digunakan swicth karena penyampaiannya pasti dan cepat.

Dalam lapisan ini tidak boleh melakukan penyaringan / filter paket data karena akan memperlambat transmisi data dan tidak mendukung wordgroup. Untuk toleransi kesalahan digunakan peralatan jalur ganda . Oleh sebab itu swicth dikonfigurasikan dengan menggunakan Spanning Tree Topology dimana dapat diciptakan jalur ganda tanpa harus memiliki resiko terjadi lingkaran jaringan.

Core layer adalah untuk menghubungkan dengan jaringan global, dan bertanggung jawab untuk mengirim traffic secara cepat dan andal dengan model switching (men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency)). Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini dapat dibuat sbb :
Yang tidak boleh dilakukan
-       tidak boleh menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
-       tidak boleh mendukung akses workgroup.
-       tidak boleh memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.

Yang boleh dilakukan
-     melakukan desain untuk keandalan yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
-     melakukan desain untuk kecepatan dan latency rendah.
-     menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.

Beberapa device yang termasuk core layer:
§  Cisco switches seperti seri 7000, 7200, 7500, and 12000 (untuk digunakan pada WAN)
§  Catalyst switches seperti seri 6000, 5000, and 4000 (untuk digunakan pada LAN)
§  T-1 and E-1 lines, Frame relay connections, ATM networks, Switched Multimegabit Data Service (SMDS)
§  Cisco ASR 9000 Series Aggregation Services Routers
§  Cisco ASR 1000 Series Aggregation Services Routers
§  Cisco Carrier Routing System
§  Cisco 7600 Series Routers
§  Cisco XR 12000 Series Router

Cisco switches seri 7200

  • Distribution Layer
Yang kedua dan berada dibawah core layer adalah distribusi layer, disebut juga layer workgroup yang menghubungkan antara akses layer dan layer inti (core layer). Fungsi utama layer distribusi adalah menyediakan routing, filtering, dan untuk menentukan cara terbaik unutk menangani permintaan layanan dalam jaringan. Setelah layer distribusi mentukan lintasan terbaik maka kemudian permintaan diteruskan ke layer inti. Layer inti dengan cepat meneruskan permintaan itu ke layanan yang benar.

Layer distribusi diterapkan kepada setiap fakultas yang memiliki beberapa jurusan untuk menghubungkan beberapa jurusan yang ada kedalam satu workgroup. Dalam lapisan ini diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang dipakai dalam perusahan atau universitas, dimana jaringan dibagi pada setiap workgroup. Misalnya UNNES sebagai core layer dan Fakultas Teknik sebagai distribution layer.

Yang diterapkan di distribusi layer antara lain adalah:
-       Packet filtering (firewalling)
-       Captive Portal
-       Queue
-       QoS
-       Access Layer Aggregation Point
-       Control Broadcast and Multicast
-       Application Gateways

Beberapa device yang termasuk distribute layer :
§  Cisco Catalyst 6500 Series Switches
§  Cisco ASR 1000 Series Aggregation Services Routers

Cisco Catalyst 6500 Series Switches

  • Acces Layer
Yang ketiga adalah acces layer yang disebut juga desktop layer. Akses layer mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya internetwork. Desain Layer akses diperlukan untuk menyediakan fasilitas akses ke jaringan. Fungsi utamanya adalah menjadi sarana bagi suatu titik yang ingin berhubungan dengan jaringan luar. Terjadi juga Penyaringan / filter data oleh router yang lebih spesifik yang dilakukan untuk mencegah akses ke seuatu computer.

Pada layer ini menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork. Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis.


Fungsi Access Layer antara lain:
· Shared bandwidth
· Switched bandwidth
· MAC layer filtering
· Microsegmentation

Beberapa device yang termasuk Access layer :
§  Cisco 1900 Series Integrated Services Routers
§  Cisco 2900 Series Integrated Services Routers
§  Cisco 3900 Series Integrated Services Routers
§  Cisco 800 Series Routers

Cisco 3900 Series Integrated Services Routers


Demikian sekelumit pembahasan tentang core layer, distribution layer, dan acces layer. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan untuk kita semua, trimakasih... 

READMORE
 

Tugas Keamanan Jaringan Komputer (CIDR dan VLSM)

POSTINGAN TUGAS KULIAH

Mata Kuliah          : Keamanan Jaringan Komputer
Dosen pengampu  : Bpk. Arief Arfriandi
Prodi/Jurusan        : PTIK / Teknik Elektro

Untuk profil saya bisa dilihat di halaman Tentang Saya atau bisa diklik di sini,
dan ini adalah materi CIDR dan VLSM.

  • CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR, kepanjangan dari Classless Inter-Domain Routing oleh lembaga IETF pada tahun 1992 adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E, disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.

Masalah yang terjadi pada sistem yang lama yaitu sistem tersebut terlalu banyak meninggalkan alamat IP yang tidak digunakan seperti alamat IP kelas A yang secara teori mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, wow jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya pengguna alamat IP kelas A jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu sehingga menyisakan banyak ruang kosong di dalam alamat IP yang telah disediakan. Untuk itulah CIDR dikembangkan sebagai cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut.

CIDR digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.


TABEL CIDR
KELAS A
#bit
Subnet mask
CIDR
Jumlah Host
0
255.0.0.0
/8
16777216
1
255.128.0.0
/9
8388608
2
255.192.0.0
/10
4194304
3
255.224.0.0
/11
2097152
4
255.240.0.0
/12
1048576
5
255.248.0.0
/13
524288
6
255.252.0.0
/14
262144
7
255.254.0.0
/15
131072

KELAS B
#bit
Subnet mask
CIDR
Jumlah Host
0
255.255.0.0
/16
65536
1
255.255.128.0
/17
32768
2
255.255.192.0
/18
16384
3
255.255.224.0
/19
8192
4
255.255.240.0
/20
4096
5
255.255.248.0
/21
2048
6
255.255.252.0
/22
1024
7
255.255.254.0
/23
512

KELAS C
#bit
Subnet mask
CIDR
Jumlah Host
0
255.255.255.0
/24
256
1
255.255.255.128
/25
128
2
255.255.255.192
/26
164
3
255.255.255.224
/27
32
4
255.255.255.240
/28
16



  • VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah kepanjangan dari Variable Length Subnet Mask, digunakan untuk membagi IP address menjadi beberapa network. VLSM berguna agar menghindari pemborosan pemakaian / pemberian IP address ke instansi tertentu.VLSM membagi network bukan berdasarkan kelas melainkan berdasarkan subnetmask atau disebut juga Classless Inter-Domain Routing (CIDR).

Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan mendasar disini adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.

Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID untuk mengatasi tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi ke dalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan:
  • routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2).
  • semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.
  • Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :
130.20.0.0/20, kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat 11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka
Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20

Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
- Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16

- Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24
Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24
Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24
Dst … sampai dengan Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24

- Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32 sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

Metode VLSM hampir serupa dengan CIDR hanya blok subnet hasil daro CIDR dapat kita bagi lagi menjadi sejumlah Blok subnet dan blok IP address yang lebih banyak dan lebih kecil lagi.


Manfaat VLSM
  • Efisien menggunakan alamat IP karena alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet.
  • VLSM mendukung hirarkis menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization.
  • Berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.
READMORE